Tempat Wisata | Panduan Wisata | Foto-foto Karimunjawa
Karimunjawa / Tips & Artikel / Snorkeling di Karimunjawa

SNORKELING DI KARIMUNJAWA

Snorkeling
Album Foto (2 foto)

Di mana spot-spot snorkeling yang bagus di Karimunjawa? Kapan waktu terbaik untuk snorkeling? Apa saja yang harus dipersiapkan? Bahaya apa yang harus diwaspadai? Berikut adalah beberapa tips untuk snorkeling di Karimunjawa.


TIPS SNORKELING DI KARIMUNJAWA

Sebagai sebuah negara kepulauan yang terletak di daerah tropis dan dilintasi oleh garis khatulistiwa, Indonesia dianugerahi bentangan laut tropis hangat yang menjadi surga bagi berbagai terumbu karang, ikan, dan biota laut lainnya. Indonesia juga merupakan salah satu negara yang masuk dalam wilayah Coral Triangle, taman laut seluas hampir setengah dari negara Amerika Serikat yang memiliki keragaman biota laut tertinggi di dunia, surga bagi sekitar 3000 spesies ikan, 500 spesies terumbu karang atau 75% dari seluruh spesies terumbu karang di dunia, dan juga habitat bagi 6 dari 7 spesies penyu laut yang ada.

Karimunjawa, 83 km sebelah utara Pulau Jawa, adalah salah satu tempat dengan keberagaman biota laut yang sangat luar biasa. Lebih dari 69 marga karang keras dan tak kurang dari 353 spesies ikan karang hidup di perairan laut tropisnya yang jernih. Snorkeling pun menjadi favorit bagi setiap orang yang mengunjungi kepulauan cantik nan eksotik ini.

Spot Snorkeling di Karimunjawa

Perairan Pulau Cemara Besar, Pulau Menjangan Besar, Pulau Menjangan Kecil, Pulau Tengah dan Pulau Cilik adalah beberapa spot snorkeling yang sering dikunjungi oleh wisatawan. Namun pada dasarnya, semua perairan di wilayah Kepulauan Karimunjawa adalah surga bagi terumbu karang, ikan, dan biota laut lainnya.

Waktu terbaik untuk snorkeling

Karimunjawa terletak di tengah Laut Jawa yang memiliki perairan dan arus cukup tenang sehingga hampir sepanjang tahun adalah waktu yang tepat untuk snorkeling, kecuali bulan November - Januari ketika musim penghujan tiba dan lautan menjadi sedikit kurang bersahabat.

Snorkel Gear

Snorkeling bukan sesuatu yang baru di Karimunjawa, sehingga perlengkapan snorkeling berupa masker selam, snorkel, kaki katak atau fin, dan juga life jacket bisa disewa di homestay dan hotel tempat menginap. Pemilik perahu sewaan merangkap guide biasanya juga menyewakan snorkel gear. Namun jika mau, Anda juga bisa membawa snorkel gear Anda sendiri.

Anda tidak bisa berenang? Jangan khawatir. Life jacket sebagai salah satu standar keselamatan snorkeling memungkinkan orang-orang yang tidak bisa berenang untuk tetap bisa menikmati keindahan biota laut yang berwarna-warni. Bila belum pernah snorkeling sebelumnya, ikuti petunjuk pemakaian snorkel dan masker selam dari guide karena seuntai saja rambut menyelip di dalam masker bisa membuat air masuk ke dalamnya.

Hal-hal yang perlu diwaspadai

Snorkeling adalah kegiatan yang cenderung aman untuk dilakukan oleh semua orang, termasuk para pemula dan bahkan yang tidak bisa berenang sekalipun. Kondisi Laut Jawa yang memiliki arus tenang dan perairan sejernih kristal membuat pulau-pulau di Karimunjawa seperti Pulau Cemara Besar, Pulau Tengah, Pulau Cilik, dan Pulau Menjangan Kecil menjadi spot snorkeling yang menyenangkan. Meskipun demikian, snorkeler harus tetap berhati-hati karena ada beberapa hal yang perlu diwaspadai.

  • Bulu babi banyak terdapat di perairan Pulau Cilik dan juga dapat ditemukan di perairan Karimunjawa lainnya. Hewan ini pada dasarnya bersifat pasif dan tidak akan menyerang manusia. Namun bila tidak sengaja terinjak, durinya bisa menimbulkan rasa sakit dan pegal. Bila terkena, cobalah untuk menghancurkan bulu babi yang sudah terlanjur masuk ke dalam kulit dengan cara memukul-mukul pelan bagian di dekatnya. Bulu babi yang telah hancur akan keluar bersama darah atau terbawa oleh air pada saat mandi. Jangan lupa untuk membubuhkan antiseptik. Nelayan lokal sering menggunakan cara tradisional yaitu menyiram bagian yang terkena bulu babi dengan air seni yang mengandung amonia.

  • Ubur-ubur adalah hewan lain yang juga perlu diwaspadai ketika snorkeling di Karimunjawa. Pada musim panas, jumlah populasinya meningkat sehingga cukup sering terlihat di perairan Laut Jawa. Meski bentuk dan warnanya sangat cantik, sengatan ubur-ubur cukup berbahaya. Bahkan jika spesies tertentu menyengat perut atau dada bisa mengakibatkan luka yang fatal. Untuk pertolongan pertama, luka sengatan bisa dicuci dengan asam cuka 5%, alkohol 40-70%, baking soda, air jeruk lemon/nipis, atau amonia. Usahakan untuk tidak menyiramnya dengan air tawar dan menggosok bagian yang luka karena akan mempercepat masuknya racun ke dalam tubuh. Setelah itu korban harus dibawa ke dokter / puskesmas / rumah sakit secepatnya.

  • Berhati-hatilah ketika menginjakkan kaki di terumbu karang. Selain dapat menyebabkan patahnya terumbu karang, bisa-bisa Anda justru menginjak Ikan Lepu Batu (synanceia) . Ikan yang pandai menyamarkan diri sebagai batu ini disinyalir sebagai ikan paling berbisa di dunia. Duri di punggungnya mengandung neurotoxins yang menyerang jaringan saraf dan bisa mengakibatkan kelumpuhan atau bahkan akibat yang lebih fatal jika korban tidak segera ditolong. Untuk pertolongan pertama, korban harus segera dikeluarkan dari air, kemudian luka dicuci dan dikompres dengan air panas dengan suhu minimal 45 derajat Celcius. Racun ikan lepu batu terbentuk dari protein yang akan terurai pada suhu tinggi. Namun, pemakaian air mendidih untuk mengompres luka justru akan semakin memperparahnya. Snorkeling dan diving juga sebaiknya tidak dilakukan sendirian, sehingga pertolongan bisa langsung diberikan jika terjadi sesuatu.

  • Masih ingat dengan Steve Irwin yang meninggal karena sengatan ikan pari ketika sedang membuat video dokumentasi tentang Great Barrier Reef? Ya, ikan pari memang bisa menjadi bahaya tersendiri di lautan. Meskipun bukan dari jenis yang paling berbahaya, di beberapa wilayah Karimunjawa banyak terdapat ikan pari, seperti misalnya di Pulau Sintok. Ikan ini kebanyakan tinggal di dasar lautan yang berpasir. Oleh karena itu Anda harus ekstra hati-hati ketika berjalan di laut dangkal. Memakai alas kaki adalah cara pencegahan yang terbaik. Selain itu perhatikan langkah Anda dan melangkahlah dengan langkah yang agak diseret. Anda juga bisa mencoba melemparkan batu terlebih dahulu agar ikan pari takut dan menghindar. Hanya jenis-jenis seperti Mantaray yang bisa berakibat fatal bila ekornya menyengat manusia. Bila Anda terkena bisanya, rendamlah luka atau kompres dengan menggunakan air panas minimal 45 derajat Celcius untuk menguraikan bisanya. Have a nice snorkel :)

Harga sewa perahu nelayan: Rp 300.000 - Rp 500.000/hari (tergantung ukuran perahu dan jarak pulau yang dikunjungi)

Harga sewa snorkel gear: Rp 25.000 - Rp 30.000/hari